Pelarut non-polar adalah senyawa yang memiliki konstanta dielektrik rendah dan tidak dapat bercampur dengan air . Contohnya termasuk benzena (C6H6), karbon tetraklorida (CCl4), dan dietil eter (CH3CH2OCH2CH3). Tabel 1 menyajikan daftar pelarut yang umum digunakan dalam reaksi kimia.
Apa yang dimaksud dengan pelarut non polar?
Pelarut non-polar adalah cairan atau pelarut yang tidak memiliki momen dipol. Akibatnya, pelarut kehilangan muatan positif atau negatif parsial. Pada dasarnya, mereka memiliki perbedaan kecil dalam keelektronegatifan. Kita juga dapat mengatakan bahwa ikatan antar atom memiliki keelektronegatifan yang sama.
Apa yang dimaksud dengan pelarut polar dan non polar?
Pelarut polar memiliki momen dipol yang besar (alias "muatan parsial"); mereka mengandung ikatan antara atom dengan elektronegativitas yang sangat berbeda, seperti oksigen dan hidrogen. Pelarut non polar mengandung ikatan antara atom dengan elektronegativitas yang sama, seperti karbon dan hidrogen (pikirkan hidrokarbon, seperti bensin).
Apa itu polar dan non polar?
Molekul polar terjadi ketika ada perbedaan keelektronegatifan antara atom yang terikat. Molekul nonpolar terjadi ketika elektron dibagi sama besar antara atom-atom dari molekul diatomik atau ketika ikatan polar dalam molekul yang lebih besar saling meniadakan.
Apa itupelarut polar?
Pelarut polar memiliki konstanta dielektrik yang kuat. Mereka memiliki satu atau lebih atom elektronegatif seperti N atau O. Gugus fungsi umum yang ada dalam pelarut polar termasuk alkohol, keton, asam karboksilat, dan amida. Polaritas pelarut meningkat dengan meningkatnya konstanta dielektrik.