Aristoteles umumnya dianggap sebagai penemu teleologi, meskipun istilah yang tepat berasal dari abad kedelapan belas. Tetapi jika teleologi berarti penggunaan tujuan atau tujuan dalam ilmu alam, maka Aristoteles lebih merupakan inovator kritis dari penjelasan teleologis.
Dari mana asal teleologis?
Istilah teleologis berasal dari kata Yunani telos dan logos. Telos berarti tujuan atau akhir atau maksud dari suatu hal, sedangkan logos berarti studi tentang hakikat suatu hal. Sufiks ology atau studi tentang juga berasal dari kata benda logos.
Siapa yang menganjurkan pendekatan teleologis terhadap etika?
Teori teleologis, juga dikenal sebagai teori "konsekuensialis", didukung oleh filsuf John Stuart Mill. Salah satu prinsip teleologi adalah prinsip utilitas, yang menyatakan bahwa suatu tindakan harus menghasilkan jumlah kebaikan terbesar untuk jumlah terbesar orang yang terlibat dalam suatu situasi.
Apakah Aristoteles teleologis atau deontologis?
Biasanya diasumsikan dalam filsafat moral bahwa pendekatan teleologis, seperti yang dicontohkan oleh etika kebajikan Aristoteles, dan pendekatan deontologis, seperti yang digembar-gemborkan oleh etika tugas Kant, tidak sesuai; baik atau benar, untuk menunjuk dua tradisi besar ini dengan predikat simbolisnya.
Teori etika apa yang teleologis?
Semua teori etika teleologis lokasikebaikan moral dalam konsekuensi dari tindakan kita. Menurut teori moral teleologis (atau konsekuensialis), semua tindakan manusia yang rasional bersifat teleologis dalam arti bahwa kita bernalar tentang cara untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh karena itu, perilaku moral diarahkan pada tujuan.